JHB, PALU, – Jelang libur lebaran, sebuah menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, justru menjadi perdebatan hangat di media sosial. Menu yang menjadi sorotan adalah donat dari merek terkenal, J.Co, yang dibagikan kepada anak-anak sekolah.
Video yang diunggah oleh akun TikTok resmi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Duta Lere, Palu Barat, pada Sabtu (14/3/2026) itu telah ditonton lebih dari 1,4 juta kali. Dalam unggahan tersebut, tampak menu MBG untuk Jumat (13/3/2026) berisi donat J.Co, yang disebut sebagai jatah spesial sebelum masa libur.
“MBG spesial untuk adik-adik libur lebaran dari Duta Lere,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Menu MBG Spesial Libur Lebaran di Palu Picu Perdebatan Warganet soal Gizi vs Pengalaman
Penulis: Redaksi·Editor: Redaksi·15 Maret 2026·3 menit baca

Alih-alih menuai pujian, unggahan ini justru memicu perdebatan sengit di kolom komentar. Warganet terbelah menjadi dua kubu: mereka yang mempertanyakan aspek gizi dari donat, dan mereka yang melihat sisi positif dari pengalaman baru yang didapat anak-anak.
Kubu Pertama: \"Bergizi Apanya?\"
Kelompok pertama dengan tegas mempertanyakan kesesuaian donat dengan prinsip program MBG yang mengedepankan nilai gizi. Mereka menilai donat, terutama dari merek terkenal, tinggi kandungan gula dan tepung, namun rendah nutrisi esensial.
\"Kenapa nggak kasih buah aja sih? Apel sekilo, pir sekilo, atau anggur ijo sekilo. Buahnya yang enak, yang berkualitas, yang fresh,\" tulis akun @thi*****a.
\"Bergizi apanya? Salah satu bahaya MBG adalah merusak standar gizi masyarakat, dilabeli bergizi tapi penuh gula dan terigu,\" kecam akun @aik****f.
Tak hanya soal gizi, beberapa warganet juga menyoroti penggunaan produk non-UMKM. \"Udah ga produksi sendiri, dikasihnya donat yang isinya gula, donatnya J.Co lagi yang bukan UMKM. Dari segala sisi gada yg bener,\" ujar akun @pab******r.
Kubu Kedua: \"Pengalaman Mencoba Makanan Baru\"
Di sisi lain, sejumlah warganet melihat momen ini sebagai cara untuk memberikan kebahagiaan dan pengalaman baru bagi anak-anak. Mereka berpendapat bahwa tidak semua anak memiliki kesempatan untuk mencoba donat dari merek ternama seperti J.Co.
\"Nggak semua anak bisa makan JCO sebelumnya! Sekarang semua anak di sekolah-sekolah tersebut bisa ngerasain tuh JCO! Bisa dibagi ke keluarganya yang di rumah juga,\" tulis akun @mac***y dengan antusias.
Halaman 1 dari 2




